Jumat, 13 Maret 2015

Homesick Judulnya

Jauh dari rumah *orang tua* membuat hati teriris-iris (huh hah huh hah). Perasaan *homesick* pasti dialami oleh seseorang yang tidak terbiasa jauh dari rumah. Rindu kebersamaan bersama orang tua, adik, kakak maupun rindu dengan kasur dirumah *wikikik*. Biasanya homesick ini menyerang anak kuliah, orang yang merantau jauh demi pekerjaan dan orang yang sudah menikah. Cuit-cuit kali ini bertemakan *homesick pada orang yang sudah menikah*. Meskipun begitu tapi bagi kawan-kawan yang belum menikah tetep boleh kok baca sambil persiapan buat besok kalau sudah saatnya menikah dan harus jauh dari orang tua *huaa mewek dulu deh* hiks.



Setelah menikah harus tinggal bersama suami yang jauh dari keluarga. Sesekali mudik tapi ya tidak bisa rutin mudik tiap bulan karena kesibukan suami dan jarak tempuh yang lumayan jauh *hiiiiksss*. Homesick sendiri bukan berati kita cengeng tapi ya memang cengeng *maksudnyaaah gimanaah ini??? susah juga ya ngungkapinnya seperti ngungkapin cinta wkikikik. Tapi bagaimana jika kenyataannya memang jauh?*ya jalani dengan ikhlas dan sabar dan cari kesibukan* (bicara sih gampang ya, tapi aku masih suka homesick, suweeeerrr deeh). Jalani dengan ikhlas dan sabar, karena ya memang sudah fasenya menikah dan kalau sudah menikah itu baiknya memisah dari orang tua (begitulah petuah dari orang tua). Tapi namanya anak yang masih awal-awal menikah dan langsung memisah jauh dari orang tua, ya homesick terus, kangen buk'e terus, kangen bapak terus, kangen bibik (adikku) terus *huaaawawawawa* tapi rapopo.

Biasanya kalau lagi kangen rumah, kangen buk'e, bapak dan bibik (bibik adalah sebutan untuk adikku satu-satunya) bisanya ya cuma telefon. Telefon pun yang ada malah nangis bombay *kangennya tuh ngena bangeet saat dengar suara dari seberang sana*. Bagi yang sudah menikah dan masih tinggal dekat orang tuanya, pastinya sulit buat ngrasain homesick yg seperti ini, weheheh. Selain telefon, kalau lagi kuangeeeen banget pengin mudik tapi belum bisa mudik aku coba-cob masak seperti masakannya buk'e. Karena masih belum jooos masaknya, jadi ya rasanya masih dibawah standar *ini jujur*. Bukan rasa yang nomor satu disaat rindu, tapi bisa masak seperti yang sering dimasakkin buk'e untukku itu rasanya bahagiaaaaaaaaaa buangeeeeetttt :D. Tapi ya tetep homesicknya masih awet *nangis sik lah T_T kangen ngomah*

*paklay* masakan buk'e yang paliiiing aku suka

*jamur tiram* masakan buk'e yang paliiiing aku suka

Looh kok semua paliiiing,, ya karena semua masakan buk'e itu favoritku, jadi pantes kalau aku awet gendutnya (ups,,keceplosan jujur ini wikikikik). Dari 1001 masakan yang sering dimasak buk'e, baru paklay dan jamur yang baru bisa aku praktekin. Bagiku masakan buk'e itu lezaat dan bergizi, bahkan restoran mahal sekalipun kalah lezatnya. Masak apa aja buk'e itu bisa dan enak. Begitulah salah satu caraku mengobati homesick, dengan masak seperti masakan buk'e meskipun masih tetep homesick *huiks huiks*. Seperti inilah hidup jauh dari orang tua, selalu ada rindu *wueheheheh*.

Senin, 09 Maret 2015

Batik Kenangan

Cuit-cuit ini ditulis untuk mengawetkan jiwa muda alumni PGSD UNS 2008/2009 kelas E khususnya, yang saat ini sudah banyak yang melangkah ke jiwa yang tua *wikikikikik*  (maap yo nyaaaah).

Batik, Batik, Batik......
Ada apa dengan batik ? Siapa yang bangga menggunakan batik acungkan jari yaa !!! *wihihihi*
Ini dia batik kebanggaan kami dulu *tahun berapa ya ? lupita akika*, eemm saat masih kuliah tentunya. Lhooo kok kuliah pakenya batik sih *kayak mau jagong/ kondangan aja*, ya memang begitulah peraturan di FKIP PGSD UNS, setiap Rabu sampai Jumat kita wajib memakai batik pada saat perkuliahan *kereeen kan*

ini dia batik pertama kelas E jaman dulu ( tahun 2008/2009) 


Kuliah dengan bangku yang mirip dengan bangku anak SD membuat kita merasa sedikit ngga keren pada saat itu. Tapi meskipun ngga begitu keren bangkunya kita tetep merasa keren karena batik yang kita pake *maksaa deh*, dan percaya ngga percaya bangku itu jadi rebutan kita dulu *wikikik aneh ya*. Yach rebutan memang menjadikan kita semakin hari semakin akrab, wihihihi *rebutan kursi dan meja yang bakoh saat itu*. Tapi meskipun begitu pasti nih teman-teman pada kepengin duduk disitu lagi dan pake batik itu lagi, ya kan ? ya kan ?

Kelas E angkatan 2008/2009
Keluarga besar kelas E PGSD UNS saat awal kuliah. Masih imut yaa,,,wuahahaha,,,
Tujuh tahun yang lalu ini,,,wualaalalala...


ini dia mas dan mbak Kelas E angkatan 2008

Cantik-cantik kan, yang ganteng-ganteng bisa dihitung pake upil *eh jari maksudnya* (maap kebiasaan nih wahahah). Foto ini diambil dihalaman *ruang lorong* kita menyebutnya begitu karena letak ruang kelas ini dilorong. Lorong yang gelap tidak menutupi wajah keren kita *wikikik* karena batik yang kita pake saat itu. Batik lagi, batik lagi, ya iya karna saya sedang pamerin batik-batik kuliah dulu. Batik pertama yang warna coklat krem diatas tadi, lalu batik kedua kalau ngga salah yang warna merah bata ini, dan batik yang ketiga batik warna hijau *warna surga* subhanallah.

batik bebas *foto diambil di dekat lapangan tenis*

Kalau yang ini batik bebas kita, ada hari dimana kita boleh memakai batik bebas (maksudnya batik yang kita miliki pribadi dan tidak seragam dengan teman-teman). Saat memakai batik bebas kelas terlihat ramai dengan corak batik yang dipakai setiap mahasiswa berbeda-beda. Eh tunggu deh, katanya batik bebas tapi itu kok ada yang kembar batiknya ? oh itu memang kembar srikandi *wahahaha*

@lapangan tenis


@lapangan tenis
Setiap moment kita abadikan, termasuk saat berpanas-panas dilapangan tenis. Disini kita tidak sedang main tenis pake batik kawan, tapi sedang apa ya ? lupa saya *krik krik krik* barangkali nanti ada teman saya yang bantu mengingatkannya *wuehehe*.
Sekian dulu cuit cuitnya, semoga baju batiknya tetap muat dipake *wuahaha kabur ah*

Minggu, 08 Maret 2015

Pertemuan Pertama

Sabtu, 7 Maret 2015
@Purwokerto Rumah mak Pungky

Kopdar emak-emak blogger ngapaks

Ngga nyangka dan alhamdulilah banget cuit-cuit saya di grup KEB (Kumpulan Emak Blogger) diwujudkan sama emak-emak keceh wikikik (Arisan Ilmu, kopdar emak-emak blogger keceh ngapaks). Awalnya mupeng gara-gara lihat foto emak-emak yang narsis di Gendis Yogya (kangen mudik hiks, terbayang Yogya lalu Klaten). Selain mupeng salah satunya kepingin punya banyak saudara, sahabat, teman, sedulur disini (jadi kangen mudik lagi hiks hiks). Berkat cuit-cuit itu akhirnya kopdar emak-emak keceh di Purwokerto dapat direalisasikan (sujud syukur dan peluk emak-emak wikikik).

Acara arisan ilmu dijadwalkan pukul 14.00 waktu Indonesia bagian Purwokerto. Tapi sejak pagi hatiku sudah deg-degan ngga karuan, rasanya hampir mirip saat ketemu jodoh (cie..cie..cie). Ya begitu pokoknya deg-degan mau ketemu emak-emak keceh yang masih imut-imut wikikik (dalam hati berkata semoga nanti ngga disuruh pulang gara-gara ngga bawa pulpen). Setelah suami pulang kerja, diantarlah saya ke Purwokerto menuju kediaman emak Pungky. Jarak antara Purbalingga-Purwokerto ngga begitu jauh, kurang lebih kami tempuh 40 menit sampai jantung kotanya. Tapi yang bikin lama itu adalah... adalah... mencari alamat mak Pungky (fiiiuuuhh). Bisa dibayangkan saat kami lari-lari dari blok A, blok B, blok C, blok D, blok..., blok...., blok...., sampai pada akhirnya ketemulah singgasana mak Pungky di blok O (horeee nafas lega).

Perjalanan lari-lari mencari blok rumah mak Pungky terbayar sudah, setelah melihat wajah sumringah dan ramah dari dalam rumah mak Pungky hatipun rasanya mak clessss pertanda ayem tentrem dan bahagia. Selanjutnya salim sama emak-emak sambil perkenalan diri, dan mulai guyon plus menampung ilmu dari emak-emak blogger, eh ngga lupa juga sambil nyemil potluck wikikik. Ketika makpuh dari Yogya dan maksrikandi berbagi ilmu ngeblognya, saya terhanyut dalam suasana syahdu karena mendung plus suara merdu makpuh.

Saking terhanyutnya dengar suara merdu makpuh sampe difoto pun merem wikikik


ini dia maksrikandi mak Pungky yang lagi menceritakan ilmunya menang lomba dan bikin gemeess

Apa aja sih ilmu yang dibagi maksrikandi dalam acara arisan ilmu kemarin tentang "Membangkitkan Gairah Menulis", yuk tengok. Tips dari mak Pungky ini antara lain menulis harus konsisten, ngga harus setiap hari atau seminggu sekali, tetapi 2 minggu sekalipun sah saja yang penting itu konsisten. Kalau saya karena masih belajar jadi malas itu masih menyerang (haduuh..kudu bakoh niih harus diusahakan rajin). Kemudian jadikan blog itu sebagai rumah kedua, jadi bikin rumah mayamu seunik dirimu wikikik. Yang paling penting dari membangkitkan gairah menulis itu adalah menikmati. Menikmati saat-saat ngeblog itu membuat kejenuhan menjadi hilang dengan ngeblog. emmm suntikan ilmu dari emak-emak blogger keceh ini membuatku langsung semegrak (kayak habis minum jahe atau minum kuah bakso aja yaa wikikik).

Foto bareng emak-emak blogger dan dapet doorprise

yang lain bawa doorprise dan balon tapi makpuh tetep ya tangannya wikikik piss makpuh


Itulah pengalaman pertamaku kopdar bareng emak-emak blogger keceh ini. Rasanya pengin lagi lagi dan lagi ikut kopdar biar tetep awet muda seperti makpuh wikikik. Tak lupa bahagianya bisa ikutan berebut potluck dan doorprise (rebutannya tetep cantik ya wikikik). Cukup sekian cuit-cuit saya ini, semoga nanti bisa ikutan kopdar lagi bareng emak-emak keceh, Aamiin.